ALLAH ITU ADA
Jan 17th, 2010 | By Admin | Category: DAP Melayu, RencanaOleh DAP Melayu
Sekiranya ditanya kepada orang-orang kafir, siapakah yang menjadikan alam ini ? Yang menjadikan langit dan bumi ? Yang menjadikan siang dan malam ? Nescaya mereka menjawab : Allah ! Benarlah firman Allah SWT di dalam Al-Quran :
”Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir) : “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?, Nescaya mereka menjawab : Allah.” (Surah Az-Zumar : 37)
”Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka orang-orang kafir menjawab: Allah” (Surah Yunus : 31)
Kewujudan atau keberadaan Allah merupakan perkara yang sudah tidak dapat dimungkiri oleh siapapun yang berakal, kerana telah ditunjukkan secara tegas oleh akal, indera, fitrah dan syari’at.
Dalil Akal:
Susunatur alam semesta yang kita lihat ini, benda dan makhluk yang ada didalamnya tidak pernah berjatuhan, matahari dan bulan tidak pernah bertaburan, malam dan siang tidak pernah terbalik, bahkan kita lihat semuanya dapat berjalan sesuai dengan sifat dan tempatnya. Apakah mungkin mereka semua menciptakan diri mereka masing-masing tanpa ada yang menciptakan ? Ataukah mereka wujud begitu saja tanpa pencipta ?
Tentu sekali tidak mungkin, kerana sesuatu yang tidak ada tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin wujud dengan sendirinya, kerana peraturan alam ini menolaknya.
Imam Abu Hanifah pernah ditanya orang yang menolak adanya Allah, mereka bertanya: “Buktikanlah kepada kami, Allah itu ada?” beliau menjawab: “Tunggu sebentar!” lalu beliau berkata kepada mereka: “Saya berfikir tentang sebuah kapal laut dengan muatan barang yang banyak yang berlabuh didermaga, lalu semua muatannya turun tanpa ada yang menurunkan. Kemudian kapal tersebut berlayar kembali tanpa nahkoda”. Mereka bertanya: “mengapa kamu berfikir demikian, kan hal itu tidak masuk akal dan kami tidak akan mempercayainya?”. Lalu beliau jawab: “kalau kalian tidak mempercayainya, bagaimana kalian percaya matahari, bulan, bintang, langit dan bumi ada tanpa pencipta?”.
Demikianlah, hal ini diisyaratkan Allah dalam Al-Quran:
”(Mengapa mereka tidak beriman?) Adakah mereka telah tercipta Dengan tiada Yang menciptanya, atau Adakah mereka Yang mencipta diri mereka sendiri?” (Surah Az-Zariyat : 35)
Dalil Indera:
Kita melihat dalam do’a, misalnya seseorang berdo’a kepada Allah, berkata: “Ya, Allah, berikanlah kami rezeki”. Lalu dikabulkan permintaannya. Kalau begitu tentunya ada Zat yang mendengar do’anya dan mengabulkan permintaannya. Alangkah banyaknya kisah dikabulkan do’a para Nabi dalam Al-Qur’an, seperti:
”Dan (ingatlah peristiwa) Nabi Nuh, ketika ia menyeru (berdoa kepada kami) sebelum (Nabi-nabi Yang tersebut) itu, lalu Kami perkenankan doanya serta Kami selamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya dari kesusahan Yang besar”. (Surah Al-Anbiya’ : 76)
Dalil Fitrah:
Seorang manusia secara tabiatnya, kalau ditimpa satu musibah atau mala petaka pasti segera akan ingat kepada Allah dan mengatakan: “Ya Allah”. Sehinggakan kita mendengar dari kaum kafir yang tidak mengakui adanya Allah, ketika mendapatkan musibah mengatakan hal tersebut, tanpa dia sedari, kerana fitrahnya telah menunjukkan adanya Allah sebagaimana Allah sampaikan dalam firmanNya:
”Dan (ingatlah Wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil ia bertanya Dengan firmanNya): “Bukankah Aku Tuhan kamu?” mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), Kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya Kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”. (Surah Al-A’raf : 172)
Dalil Syar’ie :
Ini sangatlah banyak, bahkan semua syari’at jika diteliti, menunjukkan adanya Allah, kerana siapakah yang menurunkan syari’at ? Allah berfirman :
“Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan Yang banyak di dalamnya.” (Surah An-Nisaa’ : 82)
Demikian juga adanya para Rasul dan agama yang bersesuaian dengan kemaslahatan umat manusia menunjukkan adanya Allah, kerana tidak mungkin ada agama dan Rasul kecuali ada yang mengutusnya. Akan tetapi agama-agama yang ada selain Islam telah mengalami penyimpangan dan perubahan sehingga mereka menyimpang dari jalan yang lurus.
(Rujukan : Abu Asma Kholid Syamhudi, Mengenal Allah, tanpa tarikh)




Klik Imej Untuk Senarai Penuh














Terima kasey Tuan…sy suka entry ni.
Mereka yang menghalang orang lain dari menyebut Allah seolah-olah mereka telah menolak ayat-ayat Al-Quran dan seterusnya telah tidak beriman kepada Al-Quran.
Depa mana faham. Bagi depa Al-Quran tu untuk musabaqah saja. Lagipun Al-Quran tu dalam bahasa Arab. Ada seorang Melayu (ahli PAS) kata kita tak boleh ikut Quran dan Hadiths sebab kita tak faham bahasa Aab. Kita ikut saja Imam Syafii. Rupa-rupanya kitab Imam Syafii ditulis dalam bahasa Melayu……ha! ha! ha! Iyu ahli PAS, kalau UMNO lagi parah. Sebab itulah perkataan ALLAHpun direbutnya. Perkara yang satu dunia tak jadi masalah tapi kat Malaysia masalah besar. Tapi bila kita kata depa jahil, depa marah. Nak kata apapun aku tak tahulah dengan depa ni. Depa ni memang al-jahlun al-murakkabun. Kategori ni memang parah punya. Tarak ubat lo!
AllahuAkbar, Tuhanku, Tuhan Sekelain alam yang Maha Berkuasa keatas segala sesuatu.
IbnAbdHalim,
Mereka itu beriman kepada Imam Syafie walaupun lidah mereka mengaku beriman kepada Rasulullah. Mereka telan bulat-bulat pendapat Imam Syafie, walaupun Imam Syafie sendiri suruh menolak pendapatnya yang bercanggah dengan Quran dan hadis. Guru mereka ialah ulamak-ulamak konservatif yang suka me’wahabi’kan Ahlus Sunnah yang tidak sependapat dengan mereka.